Status Karbo Sangat Tercela Apakah Benar-Benar Buruk untuk Tubuh?

Status Karbo Sangat Tercela, Apakah Buruk untuk Tubuh?
ISTOCK

Bagi seisi kantor Woop: nasi dan mie adalah teman akrab dan saling melengkapi—apalagi kalau sedang hujan

Bagi seisi kantor Woop: nasi dan mie adalah teman akrab dan saling melengkapi—apalagi kalau sedang hujan (yang akhir-akhir in sering turun, jadi bisa dibayangkan betapa seringnya duo tersebut menjadi menu wajib makan siang). 

Namun, bagi sebagai orang, mie dimakan beserta nasi putih = malapetaka. Harus dijauhi karena karbohidratnya berlipat-lipat. Serangan halilintar! Bisa dimengerti sih, meski enak, nasi putih plus mie memang (apalagi sering) sepertinya berlebihan, ya. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bukan kuantitas, tapi: apakah karbo setercela itu? Sementara, dari masih TK kita sudah dicekoki dengan slogan 'makanan 4 sehat 5 sempurna'—dan coba tebak, yep... karbohidrat ada di dalamnya. 

Menurut Keri Gans, R.D., seorang penulis bukuThe Small Change Diet, karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi karbohidrat, membantu otakmu bisa berjalan lebih baik, bisa mengurangi kembung, memberikan energi dan kebahagian, dan yang jarang diketahui oleh orang banyak adalah—jeng, jeng—karbohidrat bisa membantu mengurangi penyakit jantung.

Jadi, apakah benar karbohidrat tidak baik untuk tubuh kita? Mengapa akhir-akhir ini dia mendapatkan label yang begitu buruk?

“Karbohidrat merupakan zat gizi penting bagi tubuh, karena karbohidrat menjadi sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk juga otot dan otak,” tutur dr. Sylvia Irawati, M.Gizi, seorang dokter gizi, mengawali penjelasannya kepada Woop

Ia pun melanjutkan, “banyak orang yang menghindari karbohidrat dengan berbagai alasan, yang paling sering kita dengar ya, untuk menurunkan berat badan. Sangat disayangkan bahwa pengetahuan mengenai cara diet yang tepat dan fungsi penting karbohidrat bagi tubuh kurang dipahami dengan benar. Sehingga, cara diet tertentu sangat dapat merugikan kamu."

Banyak orang yang (katanya) diet dan tidak memakan nasi, sebenarnya malah membuat mereka terlihat sakit dan (maaf) terlihat kurang gizi. Kalau boleh tahu, berapa banyak sih, karbohidrat yang kita butuhkan setiap hari, dok? “Dalam angka Kecukupan Gizi Indonesia merekomendasikan kebutuhan karbohidrat untuk golongan usia 30-49 tahun adalah sebesar 394 gr karbohidrat dalam 1 hari. Rekomendasi asupan karbohidrat antara 45-65% dari total asupan kalori dalam sehari,” jawab Sylvia.

Jika kamu bertanya-tanya bagaimana karbohidrat dan berat badan berhubungan erat, begini ceritanya: satu gram karbohidrat memberikan 4,6 kalori. Komposisi makanan yang terbesar dari makanan, sesuai yang disarankan oleh pedoman umum gizi seimbang yang terbanyak adalah karbohidrat sebesar 45-60% kebutuhan energi harian. Kelebihan asupan karbohidrat akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk glikogen dan lemak. "Itulah sebabnya asupan karbohidrat berlebih mempengaruhi berat badan," jelasnya.

Nah! Jika 45-65% karbohidrat tidak dikonsumsi sama sekali. Apa yang akan terjadi pada tubuh?

“Diingatkan kembali, ya: karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Tanpa asupan karbohidrat yang cukup (yang akan dipecah menjadi glukosa melalui proses metabolism tubuh) maka tubuh akan mencari sumber energi lain, yaitu dari glikogen, lemak, dan protein,” jawabnya. Oh iya,  perlu diluruskan ya, “begini, setiap makanan pasti mengandung karbohidrat walau dalam persentase sedikit. Kecuali hanya minum minyak saja yg tidak mengandung karbohidrat, dan hanya lemak saja. Jadi walau makan sayur saja atau buah saja ternyata itu juga mengandung karbohidrat,” bebernya.