Studi Menjelaskan: Perempuan Tidak Menyesal Melakukan Aborsi

Studi Menjelaskan: Perempuan Tidak Menyesal Melakukan Aborsi
Ilustrasi aborsi

Meski dianggap sebagai tindakan yang membahayakan, melakukan aborsi tidak membuat perempuan menyesali keputusan tersebut.

Aborsi bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi perempuan, sebab ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur tersebut. Namun meski menyakitkan dan penuh tekanan, banyak perempuan justru tidak menyesal pernah melakukan aborsi.

Penelitian yang diterbitkan di kajian Social Science & Medicine, mengungkapkan bahwa emosi terkuat yang dirasakan perempuan setelah aborsi bukanlah penyesalan melainkan perasaan lega.

Studi yang dilakukan pada 667 perempuan antara tahun 2008 dan 2016 itu, mengikuti perempuan dari seminggu setelah aborsi hingga lima tahun pasca aborsi untuk melihat bagaimana perasaan tentang keputusannya usai bertahun-tahun.

Kehamilan usia muda
Kehamilan usia muda

Baca juga: Perlu Tahu! Jangka Waktu Kehamilan yang Tepat Usai Keguguran

"Saya ingin menyelidiki apakah ada bukti pada klaim bahwa aborsi memiliki efek negatif jangka panjang," kata ahli epidemiologi Corinne Rocca, yang melakukan penelitian sebagai bagian dari Memajukan Standar Baru UCSF dalam Kesehatan Reproduksi.

Rocca kemudian melanjutkan, "Apa yang kami temukan adalah tidak ada bukti-bukti yang mendukung efek negatif aborsi pada perempuan."

Penelitian ini mencakup para perempuan kulit putih, hitam, dan Latina dari 30 klinik di AS. Usia rata-rata mereka adalah 25 tahun, dan 62% sudah membesarkan anak-anak. "Kami benar-benar mencapai sampel yang terlihat sangat mirip, dengan populasi wanita yang melakukan aborsi dalam skala nasional," kata Rocca.

Cara Menghitung Masa Kehamilan - Menggunakan deteksi gerakan janin
Kehamilan pada perempuan

Baca juga: 5 Tanda Kehamilan yang Tidak Banyak Orang Tau

Analisis penelitian menunjukkan bahwa satu minggu setelah aborsi, 51% dari peserta merasakan emosi positif, 17% merasakan emosi negatif, dan 20% merasa tidak ada emosi. Studi ini juga menemukan bahwa 46% wanita merasa bahwa melakukan aborsi bukanlah pilihan sulit. Sedangkan, 27% lainnya yang mengalami kesulitan pilihan di awal, justru tidak lagi merasa sedih dalam dua tahun pasca prosedur. 

Setelah tiga tahun, 99% peserta mengatakan melakukan aborsi adalah keputusan yang tepat. Bahkan perempuan yang melakukan aborsi setelah kehamilan yang panjang, tidak menyimpan penyeselan seperti para  perempuan yang melakukan aborsi di awal kehamilan. Setelah lima tahun, emosi yang paling umum dirasakan oleh 95% wanita ini adalah kelegaan.

Selanjutnya: Benarkah mengkonsumsi suplemen untuk Ibu yang sedang hamil sangat penting? Berikut kandungan dan manfaat folamil genio

Loading Facebook Comment ...