Jangan Biarkan Anak Menonton Youtube! ini Bahayanya

Jangan Biarkan Anak Menonton Youtube! ini Bahayanya
ISTOCK

Dilema para orangtua. Tidak diberikan, anak akan menangis. DIberikan, anak jadi tidak tanggung jawab.

WOOP.ID - Masih ingat, ibumu mengomel saat kamu susah disuruh tidur karena terlalu fokus nonton televisi (Saras 008 lagi tayang)? Hal yang sama juga terjadi sekarang ini, orangtua dan anak-anak masih sering berdebat tentang "ayo, sudah nonton televisinya."

Jika dulu saja, para orangtua tidak/kurang berhasil mencegah anak menonton televisi terlalu banyak, apalagi jaman sekarang ini! Pasalnya televisi tidak hanya berupa layar besar yang ditaruh di ruang keluarga, tapi acara televisi sekarang ini bisa dinikmati secara daring melalui ponsel, laptop, atau tablet.

Anak bisa menontonnya dimana saja (di balik selimutnya di kamar) dan kapan saja (saat melakukan bisnisnya di kamar mandi). Apakah yang harus dilakukan? Haruskah membatasinya?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Anak Nonton Youtube

Anak Menonton Youtube
Anak Menonton Youtube

“Tontonan televisi untuk anak bahkan hingga mereka remaja, sebagai orangtua harus selalu memberikan batasan dan memerika apakah yang ditonton anak sudah sesuai usianya atau belum,” kata Rafika Ariani, M. Psi, seorang psikolog pendidikan/sekolah dari TigaGenerasi.

Lanjutnya, “bukan hanya dari konten saja yang harus diperiksa atau dibatasi, melainkan juga jam menonton pun harus dibatasi. Jangan sampai anak keterusan menonton dan melupakan tanggung jawabnya. Orangtua dapat juga memeriksa apakah konten tersebut sesuai untuk anak atau tidak dengan memperhatikan simbol-simbol yang biasanya tertera di layar televisi.”

Baca: Tips Agar Anak Tetap Maksimal Belajar Di Tengah COVID-19

Dengan kata lain, orangtua tidak perlu melarang anaknya menonton televisi—atau bahkan meniadakan televisi di rumah, tapi yang harus dicermati adalah jenis acara dan tayangannya.

Biasanya, dalam sebuah tontonan yang ditayangkan di televisi akan ada simbol-simbol yang tertera, seperti A/SU untuk semua umur, BO/A untuk bimbingan orangtua/anak, BO untuk bimbingan orangtua, BO/RR untuk bimbingan orangtua – remaja, dan D untuk dewasa. Namun, adakah durasi ideal anak menonton televisi?

“Sebenarnya, durasi ideal setiap anak pasti berbeda-beda saat menonton televisi, tergantung usianya," jawab Rafika.

Saran Durasi Nonton untuk Anak

Rekomendasi TV Series Netflix Terbaik
Anak Menonton Netflix

Menurutnya, untuk anak usia 0-2 tahun sangat tidak disarankan untuk menonton televisi. Sementara mereka yang berusia dua sampai tiga tahun, disarankan selama sekitar 30 menit dan tentunya dengan pengawasan orangtua.

"Lalu, tiga sampai lima tahun, sekitar satu jam masih tetap dengan pengawasan orangtua. Sedangkan, untuk anak di atas lima tahun maksimal dua jam, tapi hanya boleh dilakukan saat akhir pekan atau hari libur. Untuk hari sekolah, sebaiknya batasi hingga 30 menit, karena anak sudah memiliki tanggung jawab lebih, seperti mengerjakan PR, les, dan lainnya,” jelasnya.

Baca: Jangan Sampai Anakmu Jadi Manja! Kenai 7 Tandanya

Sebagai orangtua tidak perlu anti dengan televisi. Kita masih ingat dong, bagaimana dulu waktu masih kecil terobsesi dengan Doraemon dan menolak makan sebelum acaranya selesai? Jadinya, agak sedikit berlebihan kalau kita melarang anak menonton televisi—melirik pun tak boleh.

Pasalnya, menonton televisi memang sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, dan tidak bisa dipungkiri juga menjadi salah satu sarana untuk belajar.

Asal, tontonan yang diberikan bermutu dan mendidik—dan sesuai dengan usia mereka.

Satu hal yang sering terjadi adalah banyak anak dibiarkan menonton televisi tanpa diawasi oleh orangtua atau orang dewasa sehingga membuat anak suka mencontoh hal-hal negatif yang ada pada tayangan televisi.

Nah, ketika anak mencontoh sebuah tindakan buruk dari televisi, orangtua marah-marah dan menyalahkan televisi. Padahal... ibu dan bapak juga sebenarnya berperan dalam kejadian anak mencontoh yang buruk itu. 

Sama halnya dengan banyak produk teknologi, Rafika juga setuju bahwa televisi memiliki dua sisi yang harus diperhatikan oleh orangtua. 

Sisi Positif

  • Bisa mengenal dunia atau hal-hal yang mungkin mereka tidak temui sehari-hari (misalnya, seperti kebudayaan dari negara lain);

  • Belajar situasi sosial. Dengan adanya film atau tontonan yang melibatkan situasi sosial, anak belajar mengenai situasi sosial dan yang harus ia lakukan dalam situasi tersebut. Tentunya perlu ada orangtua atau orang yang dewasa yang turut menjelaskan;